--> Skip to main content

TV Satelit dan Cara Kerjanya

TV Satelit dan Cara Kerjanya - Satelit telah me-revolusi cara hidup manusia. Dalam artikel ini Montirbox akan mengeksplorasi cara kerja televisi satelit dan juga besarnya aliran uang yang terkait dengan bisnis penyiaran ini. Pada akhir artikel Montirbox juga akan menjelaskan alasan menarik mengapa siaran TV satelit dirumah anda tidak memerlukan buffering seperti video YouTube yang memerlukan koneksi internet.

Untuk memahami siaran TV satelit dengan benar, pertama-tama kita perlu mengetahui pengetahuan dasar tentang bagian-bagian dari satelit, dan bagaimana suatu satelit bergerak. Seperti yang kita ketahui bumi berputar mengelilingi matahari dengan orbit elips, dan bumi juga berputar pada porosnya sendiri. Sumbu rotasi pada bumi tidak tegak lurus terhadap permukaan orbit elips, tapi sedikit condong. 

Agar TV satelit berfungsi, satelit seharusnya tidak bergerak relatif ke rumah anda, ini berarti bahwa satelit harus berputar dengan kecepatan yang sama dengan bumi, yang berarti akan membutuhkan 24 jam untuk menyelesaikan satu siklus. Mari kita selesaikan persamaan keseimbangan gaya dari gaya gravitasi dan gaya sentripetal menggunakan informasi kecepatan tersebut.

Dalam hal ini jari-jari orbital diperlukan satelit untuk mencapai kondisi tidak ada gerakan relatif tepatnya 42164 KM, orbit ini dikenal sebagai orbit geostasioner, semua satelit yang digunakan untuk keperluan TV satelit harus di parkir di orbit ini. 

TV Satelit dan Cara Kerjanya

Energi yang dibutuhkan untuk satelit sebagian besar berasal dari panel surya, namun jika satelit tidak menghadap matahari paket baterai akan membantu untuk melanjutkan operasinya. Sangat menarik untuk diketahui bahwa satelit memiliki mesin kecil yang disebut Thruster. Medan gravitasi yang dialami oleh satelit tidak seragam, karena ketidak teraturan pada permukaan bumi dan kehadiran bulan dan matahari. 

Thruster menghasilkan kekuatan yang sangat kecil untuk selalu menjaga orientasi dan posisi satelit agar tetap benar, bagian terpenting dari satelit untuk keperluan komunikasi adalah transponder. Transponder menerima sinyal dari stasiun pangkalan pada satu frekuensi, memperkuat daya sinyal, menghilangkan noise, dan mengirimkan kembali ke bumi pada frekuensi yang berbeda.

Frekuensi uplink selalu lebih tinggi daripada frekuensi downlink, akan ada antena dengan pita frekuensi yang berbeda. Pada umumnya pita frekuensi KU digunakan untuk D2H, sinyal pita frekuensi KU ini memiliki daya yang memungkinkan pengguna memakai antena penerima yang berukuran lebih kecil.

Di masa lalu sinyal pita frekuensi C yang memiliki energi lebih rendah yang digunakan untuk komunikasi televisi, dan itulah sebabnya penggunaan antena besar pada masa itu. Namun sinyal pita frekuensi KU dipengaruhi oleh hujan, sehingga para ilmuwan harus mengatasi masalah ini dengan peningkatan teknologi satelit.

Sekarang setelah mengetahui beberapa informasi dasar, mari kita lihat bagaimana ratusan saluran TV mencapai rumah Anda melalui teknologi TV satelit. Misalnya saluran TV CNN, mereka memiliki fasilitas produksi video dan terus memproduksi konten untuk ditonton massal dalam waktu 24 jam sehari, kita menyebutnya sumber program. 

Saluran ini harus tersedia pada saat yang sama di banyak jaringan penyiaran TV satelit, kita menyebutnya penyedia DBS. Untuk mendapatkannya, CNN harus memancarkan sinyal mereka ke transponder sewaan di orbit geostasionernya. Yang perlu dicatat bahwa sebelum mengirim sinyal video, sumber program memasukkan iklan pada titik yang sesuai, dan ini adalah sumber pendapatan pertama untuk saluran tersebut.


Saat ini sinyal CNN umumnya tersedia pada satu titik, dan penyedia DBS mana pun dapat mengakses sinyal begitu mereka telah membuat perjanjian bisnis dengan sumber program, demikian pula penyedia DBS mengumpulkan sinyal dari banyak saluran atau sumber program tersebut.

Di pusat siaran mereka menyatukan semua konten dan melakukan video formating seperti kompresi mpeg, standarisasi bitrate, dan enkripsi sinyal, setelah itu penyedia DBS mengirimkan sinyal ke transponder sewaan mereka di satelit. Penyedia DBS menyewakan banyak transponder untuk menangani sejumlah besar data yang harus mereka kirimkan, dengan cara ini sekitar 300 hingga 400 saluran akan tersedia pada satu satelit penyedia DBS.

Sekarang fase terakhir dalam transmisi sinyal adalah transmisi sinyal pada pengguna akhir. Disini pengguna akhir harus mengarahkan posisi antena parabola mereka ke satelit penyedia DBS. Anda mungkin sudah mengetahui bahwa untuk penyedia DBS yang berbeda memiliki sudut parabola yang berbeda pula, bahkan jika semua parabola berada di lokasi yang sama. Ini karena penyedia yang berbeda mungkin menggunakan satelit yang berbeda untuk mentransmisikan sinyal mereka.

TV Satelit dan Cara Kerjanya

Sinyal yang diterima oleh parabola akan di enkripsi untuk mencegah pembajakan, dan hanya kartu khusus di set top box yang akan dapat meng enkripsi kembali. Tahukah Anda jika acara langsung yang anda tonton di televisi tv satelit Anda sebenarnya tertunda beberapa detik? sinyal yang meninggalkan pusat siaran harus menempuh jarak yang sangat jauh dan melalui 2 satelit sebelum mencapai Anda.

Meskipun sinyal bergerak dengan kecepatan cahaya, jarak yang begitu besar akan menyebabkan penundaan sekitar 0,5 detik, selain itu siaran langsung juga dapat menambahkan penundaan penyeimbang tertentu diantara penundaan normal.

Sekarang mari kita lihat perbandingan menarik antara video internet dan TV satelit. Teknologi televisi dan internet mengirimkan data dalam format digital, sebagian 0 dan sebagian 1. Mengapa tidak ada buffering di TV Anda seperti yang Anda lihat di YouTube atau video Facebook? karena pada televisi satelit penyiar hanya menawarkan 300-400 saluran atau streaming video dan pengguna harus memilih satu dari koleksi saluran ini.


Namun tuntutan setiap pengguna sangat berbeda saat di internet, ada jutaan video di internet untuk dipilih, ini berarti bahwa volume lalu lintas yang ditangani oleh penyiar TV jauh berbeda dari tingkat lalu lintas internet, dan tingkat lalu lintas yang sangat besar di internet inilah yang kadang kadang dapat menyebabkan kemacetan lalu lintas dan buffering. 

Oke sobat Montirbox, demikian tadi artikel tentang cara kerja TV Satelit. Semoga postingan ini bermanfaat.

Rasulullah S.A.W bersabda :
"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya, maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala."
(HR. Al-Bukhari)

Jika ada pertanyaan silahkan tanya di komentar atau kirim email ke montirbox@gmail.com.
Buka Komentar
Tutup Komentar
close