Skip to main content

Apakah Pemanis Buatan (Aspartam) Berbahaya Bagi Tubuh?

Apakah Pemanis Buatan (Aspartam) Berbahaya Bagi Tubuh? - Beberapa tahun belakangan ini tersebar isu bahwa Ikatan IDI Indonesia menyebarkan info bahwa aspartam berbahaya bagi tubuh, pemanis buatan atau yang sering disebut juga Aspartam ini dapat menyebabkan kanker, dapat menyebabkan pengerasan otak, dapat menyebabkan pengerasan sumsum tulang belakang dan sebagainya. Dan ini semua adalah isu yang mengatasnamakan Ikatan Dokter Indonesia atau IDI. 

Apakah hal itu benar? Sobat Montirbox, supaya anda mengetahui semuanya, sebelum menjawab pertanyaan tersebut kita akan mencari tahu dulu tentang ; apa itu Aspartam?. Aspartam merupakan produk pemanis buatan yang saat ini paling umum digunakan. Jika anda di supermarket bertemu produk diet soda, rata-rata menggunakan pemanis buatan aspartam ini.

Siapa yang membuatnya? Apa saja komposisi dari pemanis buatan atau Aspartam tersebut? Produk aspartam ini tersusun dari dua asam amino, yaitu asam amino aspartat dan asam amino fenilalanin. Aspartam pertama kali ditemukan oleh James Schslatte, aspartam ditemukan pertama kali pada tahun 1965 dan diproduksi oleh sebuah perusahaan kimia yang bernama Monsanto.

Produk ini telah banyak digunakan sebagai produk makanan maupun minuman, tadi salah satunya adalah minuman diet soda. Lalu apa yang terjadi jika aspartam ini kita konsumsi? Jadi jika aspartam yang masuk ke dalam tubuh kita akan dipecah menjadi 3 bagian. Yaitu asam aspartat, kemudian fenilalanin dan methanol.

Apakah Pemanis

Asam aspartat dan fenilalanin sebenarnya merupakan 2 jenis asam amino yang biasa terdapat pada makanan yang mengandung protein. Jadi, sebenarnya tidak apa-apa dong kalau kita makan? Zat ini berbahaya bagi anda yang memiliki masalah dengan phenylketonuria. Bagi orang yang menderta penyakit tersebut, sebaiknya berhati-hati atau tidak mengkonsumsi makanan ini.

Apa itu penyakit phenylketonuria (PKU)? PKU adalah kelainan genetika langka yang sudah ada sejak lahir. Kondisi pada penyakit ini menyebabkan tubuh tidak bisa mengurai asam amino fenilalanin, yaitu salah satu bahan baku untuk pembentukan protein oleh tubuh. Jadi biasanya pada makanan atau minuman kemasan akan ditulis : ‘produk ini mengandung pemanis buatan aspartam’, tujuannya adalah untuk orang-orang tersebut yang memiliki masalah dengan penyakit phenylketonuria. Jadi untuk anda yang normal, sebenarnya ini tidak masalah.

Kemudian disana juga terdapat methanol. Banyak juga yang ‘ribut’ karena masalah methanol ini. Mengapa? Karena di dalam tubuh, methanol ini dapat diubah menjadi formaldehyde yang juga menyebabkan cancer. Jadi methanol yang dihasilkan dari aspartam yang di’breakdown oleh tubuh kita ternyata jumlah atau dosisnya itu sangat-sangat kecil dibandingkan dengan apa yang diproduksi tubuh kita setiap harinya.

Bahkan yang diproduksi oleh tubuh kita setiap harinya itu ribuan kali lebih besar daripada dosis yang dihasilkan oleh aspartam tadi. Jadi dengan dosis sekecil itu tidak akan menyebabkan reaksi apa-apa didalam tubuh kita.

Disini kita akan lihat datanya, Aspartam telah disetujui oleh FDA sebagai pemanis buatan yang aman untuk dikonsumsi sejak tahun 1981. Meskipun demikian, berbagai penelitian masih terus dilakukan untuk memastikan keamanan aspartam. FDA mengeluarkan pernyataan melalui situs resminya yang menegaskan bahwa sampai saat ini, belum ada penelitian yang didukung dengan data yang akurat, yang menyatakan bahwa aspartam mempunyai efek samping berbahaya seperti yang diisukan di atas.

Baca Juga : Kenapa Sudah Minum Obat Tapi Lama Sembuhnya?

Jadi sekali lagi, yang diisukan di atas, yang menggunakan nama IDI itu bukan IDI, itu adalah hoax. Jadi bagi anda yang menerima berita tentang kesehatan atau apapun itu, sebaiknya anda mengetahui dengan jelas dulu sebelum anda menyebarkannya.

Kemudian disini ada beberapa organisasi pangan dunia yang telah merekomendasikan dosis penggunaan aspartam. Di antaranya adalah Food and Drugs Administration atau FDA Amerika Serikat yang menyatakan bahwa jumlah asupan harian yang bisa diterima tubuh dari aspartam adalah 50mg/kg berat badan.

Sedangkan EFSA atau European Food Safety Authority merekomendasikan batasan penggunaan aspartam adalah 40mg/kg berat badan manusia. Jadi yang bisa kita simpulkan disini adalah kurang lebih 40-50 mg/kg berat badan manusia itu adalah NORMAL. Dan biasanya yang kita konsumsi sehari-hari tidak mungkin melebihi dari itu. Kecuali anda minum ratusan kaleng.

Jadi itu adalah kesimpulan yang bisa kita dapat, dan ternyata aspartam tidak seperti yang diisukan. Namun, bagi Anda yang sering menggunakan pemanis buatan untuk konsumsi sehari-hari, sebaiknya lebih dikurangi, karena tentu saja pemanis alami jauh lebih baik dan sehat daripada pemanis buatan.

Rasulullah S.A.W bersabda :
"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya, maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala."
(HR. Al-Bukhari)

Jika ada pertanyaan silahkan tanya di komentar atau kirim email ke montirbox@gmail.com.
Buka Komentar
Tutup Komentar
close